Di hari pertama bulan puasa ini, tim cleanomic akan memulai editorial khusus untuk membahas cerita bulan ramadhan yang akan kami publish (hampir) setiap hari dalam blog dan social media kami.
Mudah-mudahan kalian udah mulai familiar yah dengan jargon zero waste, low carbon, low impact, minimalist dan seterusnya.   Jujur tiga tahu lalu, kami sendiri gak kepikiran sama sekali dengan istilah ini, dan dengan semakin banyaknya platform yang membahas tentang tema ini, terkadang pasti ada perasaan overwhelm, bingung mulai dari mana dan sedikit takut dihakimi oleh orang sekitar yang mungkin tidak nyaman dengan perubahan.  Pas banget kan momen bulan Ramadhan ini untuk kita memulai kebiasaan baru untuk mengurangi sampah dan belajar tentang gaya hidup yang lebih minim karbon.

Well, first tip from us.

Don’t worry too much!  Santai aja geng… banyak cara yang tidak terlalu invasif dan intimidatif untuk memulai gaya hidup zero waste, low carbon, low impact, minimalist, green living, less waste, low waste, sustainable daaaan seterusnya.

Okeh, tips yang kedua.

Don’t get too focused on the jargon.  Istilah boleh macem-macem, anggap aja itu teorinya, tapi yang lebih penting aksi nya kaann?
Pada prinsipnya, gaya hidup zero waste dst nya itu adalah gaya hidup yang mempromosikan kesadaran lebih terhadap apa yang terjadi pada lingkungan sekitar kita.  Sering banget kan hidup kita tuh berasa cepet banget dan lewat gitu aja, bangun tidur, mandi, makan, ngantor, kerja, meeting, makan, ngopi, kerja lagi, jalan pulang ke rumah, scrolling sosmed, makan, nonton, mandi terus tidur, repeat, repeat, repeat.  Sampai akhirnya tahunan lewat dan kita ga memperhatikan dan memikirkan dampak dari hal yang kita konsumsi dan lakukan sehari-hari.  Jadi, hal awal yang bisa kalian lakukan pertama-tama adalah mulai membangun “kesadaran lebih”.  Caranya gimana? Dengan masuk ke website ini dan membaca artikel ini saja sudah langkah awal yang tepat lho! (Gooodd jobbbb!)

Tips yang ketiga.

Untuk kamu yang baru mau memulai mengubah kebiasaan, ga perlu ngerasa terbebani dengan gambar-gambar dapur, lemari, tas yang rapi dan tertata ala sustainable influencer yang kamu lihat di instagram.  Hal utama yang paling penting untuk kamu lakukan adalah (inget, aksi adalah kuntjieh) mulai aja dulu.  Kamu bisa mulai dengan pelan-pelan memperhatikan kebiasan kamu sehari-hari.  Hidup, perilaku dan kebiasaan orang kan beda-beda, nah jadi ga perlu selalu membandingkan dengan orang lain kan.  Coba lihat kebiasaan kamu tuh ngapain apa aja, dan dari situ, apa yang bisa kamu mulai ubah sedikit demi sedikit.  Misalnya, kalau ke restoran suka beli minum pakai sedotan, nah ini bisa kamu pikir ulang lagi, perlu banget ga sih pakai sedotan.  Terus, beli minuman kopi kekinian atau boba favorit, berapa kali seminggu nih belanja beginian, bisa dikurangin ga yah? Atau beli langsung dengan bawa tumbler sendiri.

Tips yang keempat.

Don’t look back.  Ketika sudah memulai meninggalkan kebiasaan lama yang kurang baik, maka sebisa mungkin jangan balik lagi ke kebiasaan lama tersebut.  Berusahalah untuk konsisten, karena selain aksi, konsistensi adalah koentji yang kedua.  Mungkin khilaf sesekali gapapa, namanya manusia, tapi kalau khilaf harus cepet-cepet tobat kan? Secara sadar berusaha untuk tidak mengulanginya. Balik tuh ke prinsip lebih sadar.

Tips yang kelima.

Pahami kenapa ini penting.  Dalam hidup harus punya tujuan dong? Begaul karena pengen punya pacar, nabung karena pengen kawin atau jalan-jalan, belajar biar lulus kuliah, bisa aja sih let it flow, tapi sayang banget kalau kita hidup tanpa punya goal yang ingin kita capai.  Nah, ketika motivasi untuk ber-zero-waste ria ini kurang, kita bisa mengingat-ingat lagi kenapa apa yang kita lakukan ini penting.  Setiap orang punya dampak terhadap lingkungan, setiap orang sebenernya punya jatah carbon emisi yang boleh kita keluarkan setiap tahunnya, dan setiap orang bisa menghasilkan sampah hampir  300 kg per orang per tahun.  Jadi usaha kecil untuk mengurangi sampah atau hidup minim karbon yang kamu lakukan, jika diakumulasikan bisa berdampak besar lho, begitu pula sebaliknya.

Tips yang keenam.

Berkumpulah dengan temen-temen dan komunitas yang asik dan sama-sama peduli dengan lingkungan.  Kamu ga sendirian kok, we are here with you, banyak temen-temen lain yang juga baru belajar untuk memulai hidup ramah lingkungan dan kita semua senang saling menyemangati satu sama lain. Memang ada sih, temen-temen yang garis keras (like, I hate your straw, we don’t want to seat with you! Bye!), tapi banyak juga kok yang santai, no judging, and understand semua orang punya phase nya masing-masing tanpa memaksakan kehendaknya.  So, spread the positivity and you’ll attract positivity!
***
Semoga membantu tips ini membantu yah!
Mei 11, 2020

Product Best Sellers

0 responses on "Zero Waste, Low Carbon, Low Impact - Mulai Dari mana?"

Leave a Message

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *