Halo, it’s me Denia, jujur agak sedikit sedih tapi gembira pas nulis ini.  Mostly sebenernya lebih ke arah lega.
Beberapa bulan ini aku banyak berpikir tentang apa yang sebenernya aku pengen untuk Cleanomic.  Mungkin memang karena aku sehari-hari masih kerja, ngurus rumah tangga plus side-hustlin’ tuh emang sesuatu banget yahh, jadi kadang suka ngerasa segalanya serba tanggung.  I have so many things that I want to achieve, but at the same time, I’m scare I might fail at everything.  Plus, yang paling bikin nyesek adalah perasaan takut kalau suatu hari nanti aku akan menyesal.  Menyesal karena I’m not being the best lawyer, the best entrepreneur, or worst, not being the best mother for my kids.
Kalau berkilas balik kebelakang, aku memulai cleanomic cuman dari iseng-iseng membuat sebuah instagram page yang menceritakan keinginan aku mengurangi sampah.  Ga nyangka banget, postingan dari Ka Rara Sekar bisa bikin akun ini membludak dan ga sampe 3 bulan, tiba-tiba di datengin metroTV buat liputan.
Dari situ, things just went pretty crazy, ketemu temen-temen dan komunitas baru, diundang jadi pembicara di beberapa tempat bahkan sampai ke luar kota, bahkan sampai dapet kesempatan menulis buku bareng Gramedia Group and green business training collaboration – more on this sooon!
Ga jarang aku juga ngalamin yang namanya imposter syndrome, like who am I ngasih tau orang harus ini itu, cerita ini itu, I’m not an expert in any of this.  Kalau bahas tentang transaksi merger akuisisi atau pasar modal Indonesia, oke lah hayuk, tapi kalau bahas tentang sustainability, aku ga pernah belajar secara formal tentang hal ini lho.  Tapi meskipun dalam hati bergejolak, aku berusaha selalu ambil positif dan bersyukur dengan segala kesempatan yang ada dan yahh apa adanya aja.
Ketika sampai di tahap tahun kedua ini, perjalanan cleanomic juga ga selalu mulus pastinya, dan aku selalu mempertanyakan terus, why am I keep doing this? Yang pasti, penghasilan utama Cleanomic selama dua tahun ini bukan dari retail bisnis ternyata, tapi justru dari klien B2B kami.  Bukan berarti kami mengecilkan porsi unit bisnis retail ini, tapi aku punya mimpi untuk menjadi perusahaan yang sustainable, and as a business, we need to be realistic with our resources. 
Time is our most valuable resources.  Aku pernah baca buku tentang the other 8 hours, jadi intinya dalam satu hari ada 3 x 8 jam.  1 x 8 jam untuk tidur, 1 x 8 jam untuk kerja, nah sisanya 1×8 jam ini mau digunakan untuk apa.  Agak stress kalau tinggal di Jakarta karena 2 jam mungkin udah kepotong buat macet-macet di jalan, akhirya sisa waktu yang ada itulah yang di juggling untuk the practice of healthy balance life (olahraga, meditasi, solat dll), main sama anak-anak, dan side hustle.  Kalau lihat itung-itungan kaya gini, bye banget kan?
I’ve done a few round of fund raising sebenernya, sambil uji nyali bisa ga sih berani untuk lepasin pekerjaan sehari-hari aku untuk full time disini.  Tentu jawabannya belum berani; ini juga bukan karena aku ga yakin dengan kemampuan serta value dari cleanomic, tapi karena aku punya pengalaman dimana keluarga ku beneran bangkrut, hampir keilangan rumah, ga tidur pakai ac karena ga bisa bayar listrik, hampir ga bisa kuliah, sampai harus numpang tinggal di rumah nenek, all because a failed business without a back up plan.  From this, I’ve learned the importance of having and building multiple income streams. 
Moving forwards, Cleanomic akan fokus untuk jadi platform yang akan menyediakan berbagai resources untuk temen-temen yang mau memulai bisnis atau menjadikan bisnis nya lebih ramah lingkungan.  Selama dua tahun ini mengkurasikan produk dari vendor lokal, aku merasa masih ada gap informasi tentang bagaimana men-set up bisnis dan menjalankan suatu usaha di Indonesia sekaligus menambahkan value sustainability dalam kegiatan usahanya tersebut.  Banyak sebenernya lho opportunity, tools yang bisa dijadikan acuan, plus regulasi yang  dan seharusnya dipatuhi. Huhuhu… Aku pengen banget mengisi gap ini dan menyediakan resources tersebut buat temen-temen, sekaligus menjadi media edukasi untuk konsumen-konsumen supaya bisa mendukung si pengusaha yang punya misi lingkungan.
Mudah-mudahan rambling panjang ini sedikit banyak menjawab pertanyaan temen-temen dan terima kasih yang sedalam-dalamnya untuk temen-temen yang udah mendukung cleanomic dari awal. THANK YOU.
And finally, kita punya kupon diskon terakhir sebesar 50% (CLEANOMIC50) untuk ngabisin inventory kita, please gunakan kesempatan ini dengan bijak.
Keep watching this space and can’t wait for our next chapter!
Mei 11, 2020

Product Best Sellers

0 responses on "We're closing down our store!"

Leave a Message

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *