Tisu Toilet dan Dampak Lingkungannya

Dalam sehari rata-rata kita bolak-balik ke toilet sebanyak 6 sampai 7 kali, kebayang kan kamu berapa banyak tisu toilet yang kamu gunakan dan buang setiap harinya? Dampak apakah yang terjadi untuk lingkungan dari tisu toilet yang digunakan?

Kalian yang suka memperhatikan atau yang berpengalaman dengan berbagai jenis tisu toilet, apalagi di luar negeri, pasti tahu ada tisu yang kasar dan ada yang lembut dan fluffy/empuk. Ternyata dua jenis tersebut ada karena jenis pembuatannya berbeda. Walaupun sama-sama dari kayu, jenis tisu toilet yang empuk terbuat dari bubur kayu asli dan yang kasar terbuat dari kertas yang didaur ulang. Dikutip dari New York Times, konsumen tisu toilet di Amerika Serikat, yang jumlahnya terbesar di dunia, lebih menyukai tisu yang lembut dan nyaman, yang hanya dapat dipenuhi dengan menggunakan serat kayu dari pohon yang baru ditebang, bukan dari kertas yang didaur ulang.  


Menurut RISI, sebuah perusahaan analisis pasar independen di Bedford, Mass., bubur kayu dari satu pohon
eucalyptus, pohon yang biasa digunakan, menghasilkan sebanyak 1.000 gulungan tisu toilet. Di Amerika Serikat, rata-rata penggunaan 23,6 gulungan tisu toilet per orang per tahun. Artinya, orang Amerika Serikat menggunakan sekitar 7,5 juta pohon per tahun! 

Dampak tisu toilet memang besar untuk lingkungan. Brondell, produsen peralatan toilet, menyatakan bahwa 27.000 pohon telah ditebang setiap harinya untuk tisu toilet saja, sedangkan satu buah gulungan tisu toilet membutuhkan 37 galon air dan 17,3 terawatt listrik/tahun. Selain itu, pemutihan tisu toilet membutuhkan 235.000 ton klorin yang mencemari saluran pembuangan air di lingkungan. 


Jadi apa sih alternatifnya? Sebenarnya, kebiasaan kita orang Indonesia sudah baik, yaitu menggunakan air. Tapi kebiasaan menggunakan tisu toilet juga ada, yaitu untuk mengeringkan area sensitif kita setelah dicuci. Jadi, cobalah untuk menggunakan lebih sedikit atau bahkan menggunakan yang terbuat dari kertas daur ulang (walaupun begitu kamu tetap harus lebih menghemat lagi penggunaannya ya!). Atau, gunakan saja kain atau handuk yang bisa dicuci. Dengan menggunakan kain atau handuk (dengan bahan non-plastik), kita telah mereduksi penebangan pohon untuk pembuatan tisu toilet. Tidak hanya di toilet, kebiasaan menggunakan tisu di luar toilet juga bisa kamu kurangi sebagai langkah yang kamu bisa lakukan untuk menyelamatkan lingkungan.

0 responses on "Tisu Toilet dan Dampak Lingkungannya"

Leave a Message

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

top
2019 © Cleanomic. All rights reserved.
0