Memasuki minggu ketiga #DiRumahAja, udah pada ngapain aja nih untuk mengobati kebosanan? Siapa di sini yang menjadikan belanja online sebagai salah satu cara untuk menghibur diri di saat-saat physical distancing? Eits, tapi jangan langsung merasa bersalah dulu ya. Selain the fact that each of us cope differently in our own way, belanja online juga jadi satu-satunya opsi yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga yang kita perlu, setidaknya sampai pandemi corona ini berakhir.
Meski kita sama-sama tau kalau belanja langsung di toko akan menghasilkan jejak karbon yang lebih sedikit dibanding belanja online, kita bisa kok menyiasati agar jejak karbon dari transaksi online kita menjadi lebih sedikit. 
Cleanomic udah rangkum beberapa tips yang bisa kita terapkan bareng-bareng when it comes to online shopping, but with less carbon footprint. 

1. Pilih toko dengan value yang sama

Sekarang-sekarang ini, rasanya brand mulai meningkatkan kualitas dari packaging produk mereka untuk meningkatkan offline experience. Hayo coba, angkat tangan siapa yang sering beli produk hanya karena packaging-nya lucu? We think we’ve all been there. 
Tapi kalau dipikir-pikir lagi, packaging itu cuma kita kagumi beberapa saat (atau mungkin kita masukkan Instagram saking lucunya) tapi kemudian akan berakhir di tempat sampah. This being said, usahakan membeli di toko yang juga menaruh perhatian pada packaging yang mereka pakai. Memang nggak mungkin untuk mengirim paket tanpa packaging sama sekali, tapi setidaknya jumlah bahan yang digunakan nggak berlebihan. Lebih baik lagi jika packaging itu juga bisa digunakan kembali atau berasal dari bahan yang didaur ulang.
Value sama yang Cleanomic maksud juga mencakup inisiatif-inisiatif yang toko lakukan untuk lingkungan. Pilih toko yang melakukan inisiatif-inisiatif ramah lingkungan, seperti melakukan pengiriman tanpa kemasan plastik atau minim kemasan, atau punya inisitiatif lingkungan yang keren, atau punya program pengembalian kemasan, kegiatan CSR, usaha  mengurangi jejak karbon dengan program blue carbon misalnya sebagai kompensasi dari emisi di area lain yang tidak mungkin dikurangi (carbon offset) dan lain sebagainya.

2.  Usahakan membeli barang dari satu tempat 

Kalau memang kita sedang butuh beberapa barang dan kebetulan toko yang sama menyediakan semua barang itu, kenapa harus memilih membeli di toko yang lain? Dengan membeli dari toko yang sama, berarti sampah packaging nggak jadi dobel, emisi dari transportasi pengantaran barang juga nggak jadi dobel. 
Atau mungkin barang yang kita beli merupakan barang yang kita tahu pasti akan terus-terusan dipakai? Sabun mandi, misalnya. Mengingat sabun dan sampo juga nggak terlalu sensitif dengan expiry date, kita bisa banget langsung beli beberapa botol sekaligus untuk beberapa waktu ke depan.

3.  Pilih barang dengan baik agar tidak perlu retur 

Sebisa mungkin, pertimbangkan baik-baik setiap barang yang kita beli. Terutama untuk barang-barang seperti baju dan sepatu yang tricky dari segi ukuran serta kecocokan di tubuh kita, usahakan pelajari baik-baik size chart dari produk tersebut. Dengan demikian, kita nggak perlu mengembalikan barang tersebut ke toko dan mendapatkan barang penggantinya. 
Akan lebih baik lagi kita menyimpan ukuran tubuh kita seperti ukuran lingkar pinggang, lingkar dada, panjang kaki, dan sebagainya. Kalau kita butuh membeli baju atau sepatu di toko lain yang mungkin mempunyai sizing chart yang berbeda, kita tinggal menyesuaikan deh, jadi nggak perlu ukur berkali-kali.
Atau bisa juga dengan cara mendatangi tokonya terlebih dahulu, kemudian mencoba barangnya di toko kemudian belanja online. Poin ini sebaiknya dilakukan kalau memang kalian ada alasan yang cukup kuat untuk membeli barangnya secara online ya, misalnya kalau mau mengejar diskon atau mungkin dari segi ketersediaan barang. Karena kalau kita udah nyamperin toko yang bersangkutan, kita bisa langsung beli di toko saat itu juga.

4.  Shop locally

Dengan membeli produk-produk dalam negeri, kita nggak membutuhkan pengiriman lewat udara yang mengeluarkan jejak karbon cukup banyak. Selain itu, kita juga bisa membantu keberlangsungan bisnis-bisnis lokal, seperti Cleanomic (ehem! *kodekeras).
Apalagi sekarang-sekarang ini, industri bisnis lokal sedang berkembang. Kita nggak perlu mengorbankan kualitas barang demi bisa belanja dari bisnis lokal. Kualitas produk dalam negeri juga sudah menyaingi bahkan mengimbangi produk-produk dari luar negeri. Tentu aja, dengan harga yang lebih murah.

5.  Shop mindfully

Yang terakhir tapi yang cukup penting, mari kita biasakan berbelanja dengan mempertimbangkan baik-baik transaksi kita. Apakah kita benar-benar membutuhkan barang ini? Apakah kita bisa mendapatkan penggantinya dengan menggunakan kembali barang-barang yang ada di rumah kita?
Dengan melakukan ini, kita pun nggak menimbun barang yang terlalu banyak di rumah. Nggak jadi berdebu, dan nggak menuh-menuhin space yang kita punya. Shop mindfully juga bisa dilakukan dengan memperhatikan kualitas barang yang kita beli. Barang yang berkualitas baik tentu akan bertahan lebih lama sehingga kita tidak perlu membeli barang yang sama kembali.
***
Mengingat kita nggak cuma belanja online pada masa-masa swakarantina ini aja, tips-tips di atas bisa banget kita jadiin mantra sebelum belanja online kapan pun itu! Meski mungkin membutuhkan waktu lebih banyak untuk mencari tahu lebih lanjut tentang toko dan inisiatif-inisiatifnya, dan beberapa poin yang disebutkan di atas, Cleanomic percaya this habit will go a long way in terms of reducing the impact that we leave on the mother earth. Good luck! 

Product Best Sellers

1 responses on "Tips online shopping yang lebih ramah lingkungan"

  1. Setuju banget min. Tapi kalau saya lebih pilih belanja online daripada ke bulkstore. Soalnya jauh dari rumah. Hehe

Leave a Message

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *