Tentang Upcycling

Kalau recycle alias daur ulang, pasti sudah banyak yang kenal. Tapi bagaimana dengan upcycle? Apa bedanya dengan recycling? Apa manfaatnya? Bagaimana caranya? Untuk menjawab rasa penasaran kalian, tulisan kami kali ini akan membahas sedikit tentang upcycling.

Upcyling, apakah?

Istilah upcycle ini tercatat mulai digunakan di tahun 1994 oleh Thornton Kay dalam artikelnya di SalvoNEWS yang mengutip Reiner Pilz, insinyur asal Jerman. Lalu tahun 1999 Upcycling keluar sebagai judul buku Gunter Pauli sebagai revisi edisi awal dari buku Upsizing yang dicetak tahun 1998.

Reiner Pilz membagi istilah proses daur ulang menjadi dua yaitu downcycling dan upcycling. Downcycling diartikan sebagai proses daur ulang dengan menghancurkan produk dan menjadikannya barang baru sering kali dengan kualitas yang lebih rendah dari barang aslinya, sedangkan upcycling adalah proses transformasi barang yang sudah tidak terpakai menjadi sesuatu yang lebih berguna dan seringkali bersifat lebih bagus daripada awalnya. Tujuan dari upcyling untuk mencegah pemborosan materi dengan memanfaatkan materi yang sudah ada. Selain itu, upcycling juga berguna untuk mengurangi berbagai polusi yang dihasilkan dari proses produksi, seperti pencemaran udara ataupun air.

Apa bedanya dengan Recycling?

Proses recycle atau daur ulang dimulai dengan menghancurkan atau menguraikan suatu barang menjadi material dasarnya dan membentuknya menjadi barang yang lain, seringkali menjadi material yang kualitasnya lebih rendah daripada barang awal. Proses upcycle tidak melibatkan penghancuran barang ke material dasarnya, tapi langsung menggunakannya untuk fungsi yang lain. Upcycling identik dengan proses daur ulang barang anorganik seperti botol plastik atau kaca, kaleng, kardus, kain, ban, kemasan minuman kotak, bungkus deterjen, atau bungkus makanan lainnya. Modal utamanya adalah kreativitas. Dan ternyata memang sudah banyak dipraktekkan dimana-mana, misalnya tas dari bungkus kemasan deterjen, atau vas bunga dari botol plastik bekas minuman.

Apa manfaatnya?

Dengan upcycling sampah-sampah anorganik tidak perlu lagi dibuang sia-sia atau dibakar yang sudah pasti menyebabkan polusi udara. Melalui upcycling barang-barang menjadi kembali bermanfaat dan lebih bernilai. Upcycling juga merupakan langkah nyata dalam mengurangi produksi sampah kamu. Yakin deh, one way or another pasti kita pernah praktek ini atau pernah lihat orang yang melakukan upcycling. Be creative to support your #earthfriendly lifestyle!

0 responses on "Tentang Upcycling"

Leave a Message

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

top
2019 © Cleanomic. All rights reserved.
0