Sejumlah riset menyebutkan bahwa Indonesia, selain pemegang rekor penghasil sampah nomor dua terbesar, Indonesia ternyata juga penghasil sampah makanan terbesar kedua di dunia setelah Arab Saudi.
Sampah makanan ini berasal dari rantai distribusi serta yang dihasilkan dalam rumah tangga.  Hal ini sebenarnya sangat ironis mengingat bahwa masih ada 18 juta orang di Indonesia yang mengalami malnustrisi. Selain itu, sampah makanan atau sampah organik yang kebanyakan tidak dipisah juga menimbulkan masalah lain.
Sampah sisa makanan ini suatu hal yang seharusnya dapat dihindari, sekarang sudah ada temen-temen dari @gifood.id dan@foodbankindonesia yang menerima sumbangan makanan berlebih.

View this post on Instagram

BRING YOUR OWN LUNCH TO THE OFFICE!⁠⠀ .⁠⠀ .⁠⠀ Suka merhatiin ga kalau kita titip pesen makan siang di kantor atau minta dibeliin ojol, berapa banyak kemasan yang jadi sampah? Dari plastik bawaan, sachet, kertas makanan, sendok garpu, tisue, apa lagi? ⁠⠀ .⁠⠀ .⁠⠀ Kalau dipikir-pikir sampah yang kita hasilkan setiap hari ini adalah sebuah masalah yang kita ciptakan; dan hanya karena kita buang ke tempat sampah yang dalam beberapa jam saja akan dikosongkan, terus lupa, bukan berarti masalah itu selesai atau hilang tapi sebenarnya hanya berpindah tempat dan menjadi masalah bagi orang lain. ⁠⠀ .⁠⠀ .⁠⠀ Solusinya mudah kok, tinggal bawa kotak makan sendiri dari rumah terus belanja tanpa kemasan, makan di tempat sama temen-temen (atau sendiri), atau biasain bawa makan siang dari rumah. ⁠⠀ .⁠⠀ .⁠⠀ Yuk cobain setidaknya 1 kali dulu dalam seminggu, lalu ditingkatkan lagi jadi 2 kali dalam seminggu, sampai kita terbiasa. Bisa kan?⁠⠀ .⁠⠀ .⁠⠀ Ps. Kotak makan ini dilengkapi lapisan karet jadi kamu ga usah khawatir bocor kalau kamu taro kotak makanan ini di tas!⁠⠀ .⁠⠀ .⁠⠀ #SadarKarbon #Cleanomic #LowCarbonIsPossible #cleanomicjourney #minimkarbon #cleaneconomy #greeneconomy #ekonomihijau #zerowaste #zerowasteindonesia #minimsampah #rumahminimsampah #climatechange #sustainable #sustainability #sustainableliving #dietkantongplastik #indonesiabebassampah2025 #ecofriendly #plasticfree #zerowastehome #gogreen #zerowastelifestyle #minimalism #minimalist #ethical #environment #savetheplanet

A post shared by cleanomic (@cleanomic) on

Kamu juga bisa membiasakan diri membawa kotak makan kemana-mana seperti kotak makan lipat yang mudah untuk dibawa-bawa dalam tas kamu, supaya kalau lagi makan di luar kemudian bersisa, bisa kamu bawa ke rumah untuk makan berikutnya di rumah.

View this post on Instagram

Back to weekly grocery shopping with papa! No plastic waste ❌ kebetulan masa Paskah taun ini pantang pake plastik. Cukup challenging dan ga berjalan mulus. Pun kadang dikasih barang sm orang pake kresek & botol plastik, mau ga mau diterima (yakali dibuang). 🙃 Tapi seneng deh, skrg klo ke pasar udah ga hrs bilang lagi 'mas sy ga mau pakai plastik ya sayurnya.' Sekarang mas2 sayur sm ibu penjual tempe sudah hafal. 🥰 klo ditanya 'repot ga sih bawa2 produce bag gtu?' nggak ah, toh ga berat kok. ☺️ . . . Thank you @josephinewangge for sharing this lovely story! . #zerowasteindonesia #sustainableliving #consciousconsumer #zerowaste #earthfriendly #earthfriendlifestyle #yukkurangisampah #sustainabilitystartswithyou

A post shared by cleanomic (@cleanomic) on

Biasanya juga untuk berbelanja produk makanan secukupnya, #mealprep dan meal planning juga bisa dicoba agar semua belanjaan direncanakan dengan baik, dan jangan lupa pakai reusable bags pas belanjanya yah!
Mei 11, 2020

Product Best Sellers

0 responses on "Sampah Makanan di Indonesia"

Leave a Message

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *