Belakangan ini konten feed kami banyak banget yang bahas soal berkebun dan mengompos, tentu ini bikin seneng banget karena bagi kami mengompos dan berkebun adalah tindakan nyata yang bisa kita lakukan untuk berusaha mengurangi jejak karbon sehari-hari.
Manfaat langsung nya banyak banget!
Dari mengurangi sampah organik, mengurangi sampah anorganik yang tercampur sampah organik sehingga meningkatkan kesempatan untuk di daur ulang, mengurangi gas metana yang menumpuk di TPA, membantu mengurangi beban pemulung karena tidak perlu membersihkan sisa sampah organik yang tercampur, hingga hemat di kantong karena beberapa bahan makanan bisa petik sendiri di kebun.
Kami sendiri awalnya ga terlalu kepikiran berkebun sebenernya, tapi semenjak mulai mengompos di rumah, akhirnya langsung mikir kompos yang udah jadi harus digunakan, karena kalau gak, kompos nya ga bisa nampung sisa makanan baru.
Akhirnya kompos yang ada kami gunakan untuk berkebun sehingga proses siklus yang berkesinambungan jadi berjalan.
Ketika waktunya bisa dipanen, rasanya juga ada kepuasan tersendiri, di momen ini kami juga belajar sabar, memahami semua ada prosesnya dan tidak semua harus instant. Begitupula sebaliknya, ketika tanamannya mati karena satu dan lain hal, kami juga belajar untuk tidak menyerah dan maklum kalau alam punya proses memberi dan menerima.
Dengan berkebun, kami juga kepikiran soal air, karena air adalah faktor penting untuk bagi tanaman. Harus disiram tiap pagi dan sore. Supaya tagihan air bisa dihemat dan tidak menggunakan air tanah, akhirnya kami pasang sistem untuk memanen air hujan apalagi di Jakarta masih ada hujan yang bisa ditampung.
Dari mengompos rentetannya pelajarannya jadi banyak kan? Masih banyak hal lain lagi yang bisa dipelajari, dikembangkan dan diperbaiki. That’s the fun part, karena pelajaran dari alam pasti ga ada habis-habisnya, all we need is to observe with patient.
Apa pelajaran berkebun yang kamu dapat? Share disini yah!

 

 

Product Best Sellers

0 responses on "Pelajaran dari Mengompos dan Berkebun di Rumah"

Leave a Message

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *