Memasuki minggu ketiga masa work from home, akhirnya kepikiran dan berkesempatan untuk merekam episode podcast bareng suamiku, Aldy, dan Amelie, anakku yang pertama, untuk cerita-cerita keseharian kami selama masa karantina di rumah.   First and foremost, aku bener-bener bersyukur banget and we acknowledge our privillige to being able working from home.  Kami tau masih banyak temen-temen yang belum bisa bekerja dari rumah and we really hope everyone is staying healthy and productive wherever you are.
Khusus buat temen-temen tenaga medis, our prayers for you, your health and your family, and we thank you for your service!
Sejujurnya aku ga terlalu kesulitan untuk menyesuaikan diri untuk bekerja dari rumah, karena dari dulu, udah lumayan sering kerja mobile dari mana aja.  Aldy awalnya justru yang agak kagok, tapi setelah beberapa hari, kami berdua happy aja menjalaninya dan berusaha tetap positif dan fokus dengan apa yang harus dikerjakan setiap harinya.
Buat aku, bikin rutinitas baru itu penting banget, dan salah satu hal yang aku syukuri banget karena di rumah adalah bisa punya waktu olahraga yang lebih santai pagi-pagi sebelum mulai kerja.   Kegiatan lain yang aku juga enjoy banget  adalah bisa berkebun tiap pagi! Kebun di rumah kami ini sebenernya berantakan banget karena lagi ada proyek renovasi untuk bikin #minisponsibleHouse, dan pas banget nih sekarang lagi banyak waktu di rumah, setiap pagi sekarang aku dan Aldy sering berkebun dulu pagi-pagi, ngurusin kompos di kebun, dan belajar me-regrow sayuran yang kita beli lewat online shop.
Cerita lengkapnya dengering di podcast ini yah

Buat temen-temen yang ingin menyumbang untuk penanggulangan bencana covid-19 ini, bisa cek halaman kitabisa atau menyumbang melalui penggalangan dana yang dilakukan oleh teman-temen FKUI ini.
Semoga wabah ini bisa cepat berlalu dan terus ikuti arahan pemerintah untuk #dirumahaja dulu yah!

Product Best Sellers

0 responses on "Our quarantine diary"

Leave a Message

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *