Salah satu kegiatan yang nyenengin banget untuk dikerjakan pas jaman semi karantina ini adalah berkebun.  Di beberapa pemberitaan media juga menyebutkan semakin banyak orang berkebun selama masa pandemik ini berlangsung.  Di instagram-nya Mba Sita baru-baru ini juga menyebutkan konsep menarik kalau berkebun itu bisa jadi “dana darurat” kita lho, apalagi kalau kita menanam tanaman yang bisa dimakan tentu akan menghemat pengeluaran juga.
Nah, hampir sekitar tahun lalu, aku ikutan workshop container gardening di Kebun Kumara. Sesuai judulnya, workshop ini mengajarkan cara berkebun menggunakan pot-pot di lahan yang terbatas. Pas banget karena memang lahan di rumah ga terlalu besar, dan ini juga buat persiapan pindahan ke #minisponsiblehouse juga sih sebenernya yang space nya lebih kecil lagi.  Dari workshop ini, aku dapet banyak banget ilmu karena Sandra, mentor yang ngisi workshop ini, bener-bener ngajarin soal teori dan praktek langsung di kebunnya.
Tips dan pelajaran yang aku catat dari workshop ini yang sampai sekarang kepake buat berkebun di rumah adalah sebagai berikut:

1. Elemen utama

Tanaman itu pada intinya sama seperti manusia, perlu tanah, air, udara dan matahari.  Elemen ini yang harus kita perhatikan benar-benar dan sesuaikan dengan jenis tanaman dan kesukaannya masing-masing.  Ada tanaman yang seneng seharian kena panas, ada tanmana yang perlu seminggu 2 kali kena angin sepoy-sepoy, ada tanaman yang tahan sama angin kenceng, ada juga yang gak.

2. Matahari

Rata-rata tanaman lokal yang bisa dimakan tuh suka sama matahari penuh (full sun) selama 6 jam sehari seperti misalnya cabe, tomat, kemangi, kunyit,  jahe, dan  kangkung.  Untuk tau perlu full sun atau gak, bisa juga dilihat, pohonnya besar apa gak, biasanya tumbuhan yang besar dan tumbuh menjulang itu seneng sama full sun karena ibaratnya dia emang tumbuh untuk menggapai matahari, seperti pepaya, pisang, gede-gede kan tanemannya.
Kalau taneman bule, contohnya mint, oregano, lemon, mereka ini memerlukan partial sun, jadi pagi-pagi aja perlu mataharinya, setelah lewat jam 2 siang, harus ditaruh di tempat yang teduh.

3. Air

Ini juga penting banget, karena there is no such thing as bad gardener, there is only bad water provider.  Tanaman tuh lebih sering mati karena either kita kebanyakan kasih air atau malah terlalu sedikit kasih air.
Rule of thumb-nya, tanaman harus disiram dua hari sekali, pagi first thing in the morning sebelum jam 8 matahari naik dan sore setelah jam 4.
Kalau ga sempet nyiram sore karena kerja, boleh aja nyiramnya malem tapi jangan sering-sering, karena menyiram tanaman pas malam hari itu mengundang hama.  Sebisa mungkin bisa consider untuk pasang alat penyiram tanaman otomatis, self-watering system, temen-temen kebunkumara bisa bantu untung pasang alat ini kalau kalian berminat.
Oya, karena kita iklimnya punya musim ujan, taneman jangan disiram pas lagi musim hujan seperti sekarang.  Kunci utamanya kita harus belajar peka dan memperhatikan, lihat kondisi tanahnya, yang paling penting tetap menjaga agar tanah tetap lembab dan moist.  Pastikan siram tanaman sampai airnya keluar dari pot

4. Tanah

Tanah yang bagus untuk tanaman adalah tanah yang gembur, gelap, dan dicampur dengan kompos.  Perbandingannya 1:3:2 untuk 1 tanah liat, 3 sekam bakar dan 2 pupuk.  Sebaiknya tanaman juga diberi pupuk setiap 3 bulan dan pindah pot.
###
Ini lah catatan pribadi ku dari hasil workshop singkat tapi padat dari kebunkumara tentang berkebun  Masih banyak banget yang bisa dipelajari lebih lanjut dan kalau covid 19 ini sudah berlalu, highly recommended banget untuk ikutin kelasnya kebunkumara.  But, for the timebeing, kamu bisa juga lihat IG series nya mereka di instagram tentang berkebun di rumah.
Semoga bermanfaat yah.

Mei 11, 2020

Product Best Sellers

0 responses on "Ilmu berkebun dari Kebun Kumara"

Leave a Message

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *