Daripada mati itu akan tumbuh kehidupan baru. ⁠ Kehidupan baru itu tiada dapat ditahan-tahan, dan meskipun sekarang dapat juga ditahan-tahan, besoknya akan tumbuh juga dia, dan hidup makin lama makin kuat makin teguh.⁠

(Surat Kartini, Habis Gelap Terbitlah Terang)⁠
Lucu yah, sepertinya tahun-tahun sebelumnya, ga pernah kepikiran merayakan hari kartini dan hari bumi secara bersamaan.  Ketika kami membaca referensi tentang Ibu Kartini, kami jadi ingin berkaca bahwa di masa nya, Ibu Kartini hanya mengandalkan buku, kertas dan pena sebagai jendela nya melihat dunia. ⁠ Sedangkan kita, di masa modern ini, jarak seakan tidak ada batas, konten ga habis-habis, dan waktu yang hilang untuk scrolling berjam-jam tidak akan pernah kembali. Mengimbangi diri untuk konsumsi konten receh dan konten ilmu kadang bisa jadi tantangan sendiri di era tiktok, instagram, youtube.   ⁠Padahal, di antara konten faedah dan unfaedah, kita tentu bisa dan punya pilihan untuk memilih mana yang akan kita prioritaskan.
Hari ini, kita mengenang perjuangan Ibu Kartini dalam hal kesetaraan gender dimana perempuan juga harus bisa punya kesempatan memperoleh pendidikan.  Ketika kesempatan pendidikan itu sudah setara dan segala macem ilmu dapat diakses dengan mudah, kami tentu gak ingin lupa kalau mengedukasi diri terhadap isu-isu penting yang terjadi, termasuk lingkungan, adalah hal penting yang harus kita lakukan untuk menghargai beliau.  Jujur, malu juga pas sadar kalau selama ini kami belum pernah baca bukunya Ibu Kartini, Habis Gelap Terbitlah Terang.  Langsung segera bertekad untuk beli dan baca lebih lanjut kumpulan cerita yang ditulis oleh Ibu Kartini ini.
Bagi kami, permasalahan lingkungan erat kaitannya dengan pendidikan masyarakat.  Satu-satunya cara agar masyarakat peduli dengan lingkungan adalah dengan mengedukasi mereka, memberikan informasi serta penjelasan kenapa peduli lingkungan itu penting buat kita semua.  Selain informasi mengenai WHY, masyarakat juga harus diinformasikan mengenai cara hidup yang peduli dengan lingkungan itu seperti apa, HOW – nya!
Nahhh, di hari yang spesial ini, cleanomic berkolaborasi dengan mba @sitapujianto yang berbaik hati untuk berbagi tips berkebun di rumah.  Ini adalah bagian dari cara hidup yang peduli lingkungan yang bisa kita mulai terapkan di rumah.  Dengan berkebun, kita bisa belajar banyak lho untuk menghargai alam serta mengapresiasi setiap kehidupan, sekecil apapun itu.  Kita juga sedikit demi sedikit akan menyadari, bahwa sesuatu yang dari alam tuh sebenernya ga ada yang sia-sia, karena yang alam hasilkan secara alami, bisa terurai dengan cepat juga oleh alam.
Goal selanjutnya, adalah bagaimana nih kita bisa belajar lebih peka dan mengurangi konsumsi hal-hal yang tidak mudah diuraikan oleh alam.
Semoga bermanfaat yah!

View this post on Instagram

Selamat Hari Bumi. Di hari yang spesial ini, cleanomic minta tolong mba @sitapujianto yang berbaik hati untuk berbagi tips berkebun di rumah. Dengan berkebun, kita bisa belajar banyak lho untuk menghargai alam serta mengapresiasi setiap kehidupan, sekecil apapun itu. Kita juga sedikit demi sedikit akan menyadari, bahwa sesuatu yang dari alam tuh sebenernya ga ada yang sia-sia, karena yang alam hasilkan secara alami, bisa terurai dengan cepat juga oleh alam. Nah tinggal bagaimana nih kita bisa belajar lebih peka dan mengurangi konsumsi hal-hal yang tidak mudah diuraikan oleh alam. Semoga menginspirasi temen-temen yahhh! #Cleanomic #cleaneconomy #CuanLestari #BisnisRamahLingkungan #SadarKarbon #MinimKarbon #greeneconomy #ekonomihijau #zerowaste #zerowasteindonesia #minimsampah #rumahminimkarbon #climatechange #sustainable #sustainability #sustainableliving #indonesiabebassampah2025 #ecofriendly #plasticfree #gogreen #zerowastelifestyle #minimalism #minimalist #ethical #environment #savetheplanet #EarthDay

A post shared by Cleanomic (@cleanomic) on

 

Product Best Sellers

0 responses on "Hari Kartini dan Hari Bumi"

Leave a Message

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *