Cerita tentang (Orang) Indonesia dan Sampahnya

Indonesia adalah negara penghasil sampah terbanyak kedua di dunia setelah Cina! Sudah pernah dengar atau baca kalimat ini kan? Kesimpulan ini merupakan hasil penelitian yang dilakukan oleh Jenna R Jambeck sekitar tiga tahun lalu yang kemudian mendadak viral dan menghebohkan Indonesia.Jadi, pada 2015 lalu salah seorang peneliti dari Universitas Georgia, Dr. Jenna Jambeck menunjukkan hasil risetnya yang memposisikan Indonesia diperingkat kedua dari 192 negera sebagai penyumbang sampah plastik ke lautan. Penelitian itu lalu dipublikasikan pada Jurnal Science pada 12 Februari 2015. Dari penelitian ini, Dr Jenna menunjukkan bahwa bahwa Indonesia telah membuang 187,2 juta ton sampah plastik ke lautan dan dengan angka itu Indonesia menduduki posisi kedua setelah Cina yang kemudian diikuti Filipina, Vietnam dan Srilanka.Capaian itu tentu bukan prestasi membanggakan, karena menunjukkan bahwa negara ini belum melakukan pengelolaan sampah dengan baik. Klik link ini bila kalian ingin baca jurnal lengkapnya

Bicara mengenai banyaknya jumlah sampah yang dihasilkan dan kondisi pengelolaan sampah di Indonesia. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan berpendapat kondisinya sudah sangat meresahkan. Menurut Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti A. Nurbaya, dalam sehari rata-rata satu orang menghasilkan 3/4 kilogram sampah. Jadi, bila dijumlahkan secara keseluruhan, maka dalam satu hari Indonesia memproduksi 60-65 juta ton sampah. Angkanya fantastis ya!

Dari jumlah itu, sekitar 60% adalah sampah organik, misalnya sisa makanan, masakan, daun-daunan dan lain-lain. Porsi yang besar ini sebenarnya bisa kita cegah untuk tidak masuk ke TPA/landfill di kota-kota kita. Caranya, dengan pengomposan atau menempatkannya di lubang biopori.&

Bagaimana dengan sampah plastik? Dari sampah yang dihasilkan orang Indonesia itu, sekitar 10% adalah sampah plastik. Walaupun kecil, kita harus ingat, plastik sifatnya ringan dan volumenya juga kecil. Jadi, walaupun secara presentasi kecil, sampah plastik yang dihasilkan sangatlah besar. Apalagi, Indonesia adalah negara yang sedang berkembang. Kajian ilmiah menunjukkan bahwa semakin berkembang suatu negara, sampah yang dihasilkan semakin bergerak menuju sampah non-organik, jadi sampah organik makin kecil dan sampah non-organik semakin besar bagiannya, termasuk plastik dan kertas.
Mengurangi sampah plastik bisa dilakukan dengan selalu membawa wadah tempat makan dan minum sendiri kemanapun kalian pergi, termasuk berhenti menggunakan sedotan plastik dan menjadi anggota #timkokop atau beralih menggunakan sedotan stainless/kaca/bambu.  Jangan lupa juga selalu membawa tas belanja sendiri saat belanja dimanapun, baik ketika membeli kebutuhan sehari-hari atau berbelanja kebutuhan lain.

Dengan upaya-upaya kita pribadi di kegiatan kita sehari-hari, kita bisa membantu mengurangi beban sistem pengelolaan sampah, beban lingkungan, dan memperlama umur TPA. Nah, apa upaya yang telah kamu lakukan? Bisa intip disini yah beberapa item yang dapat medukung upaya kamu!

0 responses on "Cerita tentang (Orang) Indonesia dan Sampahnya"

Leave a Message

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

top
2019 © Cleanomic. All rights reserved.
0