Berkebun untuk Melepas Stres dan Penat

Tahukah kamu bahwa Jakarta termasuk dalam daftar 20 kota di dunia dengan tingkat kecemasan alias stres tertinggi setelah Algiers dan Casablanca? Selain padatnya aktivitas bisnis dan ke kantor, faktor lain seperti kemacetan lalu lintas, polusi, minimnya ruang hijau hingga kesetaraan dan toleransi sosial lah yang memicu tingkat stres menjadi semakin bertambah. Biasanya masyarakat cenderung melampiaskan dengan hal-hal yang kerap menghabiskan biaya fantastis seperti travelling atau mungkin staycation di hotel-hotel mewah. Padahal, ada banyak sekali macam cara untuk mengurangi stres dengan melakukan aktivitas positif dan menyenangkan, seperti berkebun atau gardening!

Seorang psikoterapis asal London, Hilda Burke, meresepkan gardening therapy sebagai solusi ampuh untuk pengurangan depresi, anxiety atau kecemasan dan stres pada seseorang melalui koneksi kita terhadap bumi secara langsung. Mulai dari proses kamu bersentuhan dengan tanah, menanam, memberi pupuk, hingga tumbuh dan dipelihara secara seksama, membuat kamu belajar memaknai hidup serta tahu bagaimana cara merawat diri. Di samping itu, ada pula beberapa manfaat lain yang bisa diperoleh dari kegiatan berkebun seperti berikut ini:

Latihan fisik
Bosan berolahraga yang itu-itu saja? Berkebun bisa menjadi alternatif untuk membuat tubuhmu bergerak lebih aktif juga, lho. Dari tahap penggalian tanah, menanam bibit, menyiram sampai memungut hasil panen, ternyata dapat membantu mengontrol tekanan darah kita seperti halnya saat melakukan yoga atau senam. Untuk kegiatan menanam tanaman dan membungkuk selama 30 menit pada umumnya rata-rata membakar 185 kalori loh untuk seseorang dengan berat sekitar 86 Kg.

Memperoleh vitamin D
Seperti yang kita tahu, vitamin D yang kita dapat dari sinar matahari pagi memiliki berbagai manfaat bagi tubuh salah satunya yaitu meningkatkan kadar kalsium yang berperan dalam penguatan tulang. Good news is , perolehan vitamin ini tak perlu dilakukan dengan mengkonsumsi suplemen, namun hanya dengan berjemur di bawah matahari. So, dengan berkebun kamu bisa memperoleh vitamin D sekaligus menghirup udara segar sebagai mood booster supaya lebih happy.

Menjaga daya tahan tubuh
Masih ingat gak dengan tagline salah satu iklan produk yang menyatakan “Berani kotor itu baik”? Ternyata, tagline ini gak cuman ajang untuk promosi, melainkan sebuah fakta yang banyak dibuktikan oleh para peneliti. Pasalnya, berkebun merupakan salah satu upaya kamu untuk bisa meningkatkan imunitas agar tidak mudah sakit. Berdasarkan dari penelitian Sage College di Troy, New York, terbukti adanya sebuah bakteri tanah yang bernama Mycobacterium vaccae, dimana ia memiliki peran dalam meningkatkan pertumbuhan sel daya tahan tubuh dan hormon kortisol (pengendali stres).

Berkebun juga tidak melulu soal lahan yang besar dan lapang, pekarangan samping rumah dengan luas 1m2 pun bisa banget kamu jadikan secret garden yang ditanami berbagai macam bunga dan sayuran organik. Ada berbagai teknik yang bisa diterapkan untuk kamu yang memiliki pekarangan minimalis, seperti square foot garden, vertikultur, aeroponik, hidroponik atau tabulampot. Nah, kalau sudah tahu metode mana yang diinginkan, mulailah dengan beberapa langkah berikut agar waktu berkebunmu semakin enjoyable:

1. Jangan jadikan sebagai pekerjaan rumah, anggap sebagai hobi baru.
Sebuah hal yang wajar, bila kamu merasa ragu atau tidak percaya diri saat berkebun untuk pertama kali. Beberapa orang bisa saja langsung merasa nyaman saat melakukannya, tapi ada pula yang justru menganggapnya sebagai beban pekerjaan rumah. Nah maka itu, lakukanlah dengan rasa senang dan sungguh-sungguh. Anggap ini merupakan hobi baru yang ingin kamu dalami, serta jangan paksakan dengan batas kemampuan yang dimiliki. Pilihlah metode yang sekiranya mudah bagi pemula dengan penggunaan lahan yang tidak terlalu besar.

2. Enjoy every single time with nature.
Ini penting banget loh! Seringkali kamu lupa untuk memahami dan menikmati aktivitas yang sedang dilakukan. Luangkan waktumu sepenuhnya dengan alam. Lihat sekelilingmu, tanaman bunga yang cantik ditemani dengan kicauan burung di pagi hari merupakan momen-momen yang secara tidak sadar akan membuatmu semakin bersyukur dan bahagia. Dengan begitu, tingkat stres pun bisa lebih mudah untuk dikendalikan.

3. Tinggalkan smartphone sementara waktu.
Terbiasa hidup dengan teknologi, membuat manusia semakin sulit untuk melepaskan benda kecil satu ini, yakni smartphone. Terlalu banyak menerima pesan singkat, e-mail dan panggilan masuk, justru akan menghambat proses kamu untuk fokus saat berkebun. Apalagi bagi para pemula, tentunya ada berbagai teknik menanam yang membutuhkan konsentrasi penuh agar dapat tumbuh dengan baik. Maka itu, tinggalkan dulu smartphone kamu ya!

4. Ajak teman, keluarga atau tetangga untuk berkebun bersama.
Berkebun bisa lebih terasa menyenangkan bila dilakukan bersama-sama baik itu dengan teman, keluarga atau mungkin tetangga yang juga mempunyai ketertarikan sama perihal berkebun. Selain bisa sharing ilmu-ilmu baru, momen seperti ini pun bisa meningkatkan hubungan kamu dengan terkasih yang lebih kuat.

5. Bersuka ria di saat panen.
Bergembiralah di saat panen! Jadikan momen ini sebagai suatu pencapaianmu agar menambah rasa kepercayaan diri untuk melakukannya lebih giat. Berbagai jenis sayuran organik pun bisa kamu jadikan bahan santap hidangan sehat, sekaligus solusi dalam menghemat biaya pengeluaran belanjaanmu.
Gimana? Semakin percaya kan kalau gardening is the best way to release stress effectively dibandingkan harus travelling dan menghabiskan banyak biaya? Yuk, terapkan mulai sekarang dan jangan lupa share pengalaman berkebun kamu ya!

Juni 10, 2019

0 responses on "Berkebun untuk Melepas Stres dan Penat"

Leave a Message

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

top
2019 © Cleanomic. All rights reserved.
0