Di awal tahun 2020 ini, aku memutuskan untuk mencoba melakukan #capsulewardrobechallenge, yaitu hanya menggunakan beberapa potong pakaian saja selama satu bulan penuh.  Tepatnya 10 potong pakaian yang terdiri dari 4 celana panjang dan 6 atasan; hijab, pakaian olahraga dan pakaian tidur di rumah tidak masuk hitungan yah.

Mungkin sebelum cerita lebih lanjut, aku share dulu yah kenapa akhirnya pengen coba challenge ini.  Jadi, ada beberapa alasan.  Pertama, sebentar lagi kami sekeluarga rencananya akan pindahan ke #minisponsibleHouse yang sekarang sedang dibangun dan disana nanti space-nya lumayan terbatas.  Plus, dalam waktu 4 – 5 tahun lagi, mungkin kami sekeluarga juga akan pindahan lagi ke tempat lain (ga tau udah pasti belum sih..)

Jadi, aku ngerasa ini momen yang pas untuk berpikir ulang mengenai kebutuhan berpakaian.  Mumpung masih cuti kan, mulai nih nyicil buat ngerapi-rapiin barang dan ngurang-ngurangin yang ga perlu. Bahasa kerennya sih “declutter”, intinya beberes lah.

Kedua.  Jujur, beli baju tuh lumayan sering, terus semenjak pake hijab, sebenernya lemari baju udah banyak berkurang, tapi yah kadang emang ada aja yang baru, entah karena beli atau dikasi lungsuran dari keluarga.  Tapi ternyata setelah diperhatikan, banyak banget baju yang akhirnya ga aku pake, karena lebih sering pake yang itu-itu aja.  Akhirnya, mulai pengen pikir ulang dengan serius tentang kebutuhan berpakaian ini.

Ketiga.  Pengen lebih memperhatikan jenis bahan yang dipakai. Karena ternyata, pakaian yang berbahan dasar polyester itu kalau dicuci bisa mengeluarkan microplastik yang nantinya bisa mencemari lingkungan.

Okeh, now lanjut ke cerita capsule wardrobe nyah.


Jadi dari 10 potong pakaian ini, ternyata banyak banget variasi yang bisa dipakai. Aku juga ternyata bisa enjoy banget dengan sistem capsule wardrobe ini.  Selain ngerasa hidup lebih simple, tiap pagi kalau mau siap-siap waktunya jadi lebih singkat karena ga terlalu banyak mikir baju apa yang harus dipakai.  Kalau lagi travelling juga gampang, ga perlu pilih-pilih lagi tinggal masukin ke koper.

Setelah sebulan penuh pakai baju dengan bahan linen dan katun, akhirnya aku merasa untuk aku yang tinggal di iklim Jakarta ini, aku emang paling cocok pakai bahan linen. Soalnya aku terkena dua cuaca `ekstrim` tiap hari: suhu panas dan lembab di luar ruangan karena aku sering naik angkutan umum, dan suhu dingin AC di dalam ruangan. Nah entah kenapa linen ini pas banget buatku, kalau panas ga berasa ketebelan, tapi kalau dingin bisa lumayan anget lah.

Challenge ini juga ngajarin aku untuk pikir ulang setiap kali nafsu buat beli baju baru muncul.  Karena ternyata baju yang kita perlu ga terlalu banyak kok. Dari 10 potong ini aku bisa dapat cukup banyak kombinasi dengan mix and match atasan dan bawahan yang ada. Jadi berpuluh-puluh potong pakaian lainnya ya sebenarnya gak terlalu kuperlukan. Mungkin justru orang-orang lain lebih butuhkan itu.

Tapi dengan 10 potong baju ini, susahnya memang pas travelling, apalagi kalau lebih dari 3 harian. Stok bajuku jadi berkurang karena pas sampai di rumah baju yang kubawa mesti dicuci. Selain ini, ga ada sih isu lain yang aku rasain.

Bosen ga? Gak juga sih, untungnya aku gak terlalu rewel masalah baju juga ya. Tapi kalau nanti aku bosen, kayaknya ya setiap aku mau tambah satu potong baju, mesti ada satu potong baju yang keluar lemari, alias dipensiunkan. Intinya, the less things we have, the simpler life we have, kira-kira begitu ya kalau pinjem prinsipnya Marie Condo

Tips buat yang mau nyobain #CapsuleWardrobeChallenge:

  1. Pilih baju dengan warna netral yang gampang dipadupadankan, seperti hitam, navy, cream, terutama kalau kerjanya kantoran seperti aku. Oya, kalau dari tips dari Buku LivingLoving, koleksi kapsul yang pas itu adalah 30 potong pakaian untuk 3 bulan, lebih banyak kan variannya, tapi karena aku cuman mau coba sebulan, aku hanya pilih 10 pakaian.
  2. Sebisa mungkin, pilih yang bahannya nyaman untuk digunakan seharian, karena stok baju terbatas, biasanya satu set baju akan dipakai seharian; jadi harus yang bener-bener nyaman dipakai.
  3. Pilih satu set baju yang bisa dipakai untuk settingan rapat formal, in case perlu datang ke acara yang mesti pakai baju rapih, untuk challenge ini aku batik aja kalau misalnya perlu meeting sama klien.
  4. Jangan lupa pilih satu set pakaian casual karena termasuk juga buat acara weekend, kalau aku kebetulan ga pilih jeans soalnya belakangan ini ga suka pakai jeans soalnya panas, enakkan pake celana linen aja.
  5. Last but not least, No Pressure…santai aja, don’t be too hard on yourself kalau emang ternyata harus pakai pakaian diluar yang sudah dipilih.  Inget, tujuan kita ikutan challenge ini adalah untuk belajar menghargai barang yang kita punya.

 

Bagaimana menurut kalian? Sudah ada yang pernah mencoba challenge ini? Share ya ceritanya disini!

Product Best Sellers

0 responses on "10 Potong Pakaian untuk 30 Hari!"

Leave a Message

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *